Energi Angin dan Matahari

Energi Angin
     Angin merupakan salah satu sumber energi yang tak pernah ada habisnya. Angin sendiri seringkali dimanfaatkan dalam teknologi kincir angin, khususnya di negara dengan intensitas angin sangat banyak.

Contoh Energi Angin

1. Kincir Angin
   
Kincir angin adalah sebuah alat yang mampu memanfaatkan kekuatan angin untuk dirubah menjadi kekuatan mekanik. Kincir angin ini dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia, karena kincir angin ini dapat digunakan untuk memompa air agar dapat dialirkan ke sawah. Kincir angin juga dipakai sebagai alat pembangkit listrik.Contohnya di Belanda, kincir angin dapat menyalakan generator listrik ke kota-kota dengan bantuan kincir angin sebagai pembangkit listrik. 

2. Turbin Angin

  

Turbin angin adalah kincir angin yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik. Kini turbin angin lebih banyak digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan listrik masyarakat, dengan menggunakan prinsip konversi energi dan menggunakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui yaitu angin. Kincir angin berbeda dengan turbin angin.Turbin angin berbeda dengan kincir angin. Kincir angin jauh lebih pendek dari turbin angin, dan biasanya kincir angin memiliki banyak baling - baling pisau. Pisau tersebut gunanya menangkap angin yang menyebabkan kincir angin lebih banyak bergerak. Baling-baling pisatu itu terhubung ke as roda dengan roda gigi yang kemudian terhubung ke poros vertikal yang ada di sepanjang tower dan peralatan mekanis lainnya.


 Energi Matahari 

Energi matahari atau biasa disebut energi surya adalah energi yang berupa sinar dan panas yang berasal dari matahari. Energi sinar matahari ini membantu perkembangan nyaris semua bentuk kehidupan di Bumi melalui fotosintesis dan mengubah iklim dan cuaca bumi. 

Contoh Energi Matahari

1. Fotovoltaik Surya  
    

Fotovoltaik adalah teknologi yang behubungan dengan panel surya untuk energi dengan mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Fotovoltaik biasa juga disebut sebagai panel surya. Mereka disebut surya atas Matahari atau "sol" karena Matahari merupakan sumber cahaya terkuat yang dapat dimanfaatkan.  Panel surya sering kali disebut sel fotovoltaik, fotovoltaik dapat diartikan sebagai "cahaya-listrik". Sel surya atau sel PV bergantung pada efek fotovoltaik untuk menyerap energi Matahari dan menyebabkan arus mengalir antara dua lapisan bermuatan yang berlawanan.

2. Pemusatan Energi Surya
   

Pemusatan energi surya menggunakan sistem lensa atau cermin dikombinasikan dengan sistem pelacak untuk memfokuskan energi matahari ke satu titik untuk menggerakan mesin kalor. Sistem pemusatan energi surya (concentrated solar power, CSP) menggunakan lensa atau cermin dan sistem pelacak untuk memfokuskan energi matahari dari luasan area tertentu ke satu titik. Panas yang terkonsentrasikan lalu digunakan sebagai sumber panas untuk pembangkitan listrik biasa yang memanfaatkan panas untuk menggerakkan generator. Sistem cermin parabola, lensa reflektor Fresnel, dan menara surya adalah teknologi yang paling banyak digunakan. Fluida kerja yang dipanaskan bisa digunakan untuk menggerakan generator (turbin uap konvensional hingga mesin stirling) atau menjadi media penyimpan panas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara hati dan akal yang berbicara